Jumat, 16 Maret 2012

Benteng Toloko


PENDAHULUAN
·        Latar Belakang Masalah

     Kota TERNATE mempunyai banyak tempat wisata dan juga tempat bersejarah. Benteng Toloko adalah satu satunya. benteng ini mempunyai sejarah amat penting untuk sejarah kota TERNATE. Masalhnya adalah mencari tahu lebih dalam lagi sejarah benteng Toloko.




·        Tujuan Pelaksanaan Kegiatan
·        Untuk meningkatkan kecintaan siswa kepada tanah air.
·        Untuk menambah wawasan siswa tentang benteng Toloko.
·        Mencari tahu lebih dalam lagi sejarah benteng Toloko.




·        Manfaat Pelaksanaan Kegiatan
§  Siswa dapat memahami arti pentingnya peninggalan sejarah penjajah.
§  Siswa dapat menambah wawasan tentang sejarah kota TERNATE.
§  Siswa dapat mencari tahu bentuk benteng Toloko dan fungsinya.
§  Siswa dapat lebih memahami pentingnya lokasi benteng Toloko



PEMBAHASAN
v  PERJALANAN KEGIATAN WISATA PELAJAR
     Di kegiatan wisata pelajar ini akan membahas tentang perjalanan ke sebuah wisata, yaitu benteng Toloko yang berada di kelurahan Sangadji.

SEJARAH SINGKAT
      Benteng Tolluco atau lebih di kenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Benteng Toloko, terletak di kelurahan Sangaji, Ternate Utara. Benteng ini disebut benteng Toloko karena terletak persis di daerah yang bernama Toloko, kelurahan Sangaji. Benteng Tolluco ini juga disebut dengan benteng Holandia atau Benteng Santa Lucas.
     Benteng Tolucco dibangun pada tahun 1512 oleh Fransisco Serao setelah Kesultanan Ternate berdiri. Dibangun kembali oleh Schot pada tahun 1606. Pada tahun 1610 direnovasi oleh Pieter Both yang berkebangsaan Belanda. Sultan Ternate, Mandarsyah pernah menempati benteng ini pada tahun 1661 dengan seratus enam puluh (160) pasukan.
     Banyak orang yang heran akan bentuk dari benteng ini. Bentuk benteng yang terhitung “aneh” menjadi salah satu ciri khas benteng ini. Bahkan ada yang berpendapat bahwa bentuk “aneh” benteng ini adalah seperti alat kelamin laki-laki. Benteng ini dibangun dengan batu karang yang kokoh dengan dua bastiong. Berdiri tegak menjulang diatas tanah yang tinggi dan memiliki posisi yang sangat menguntungkan jika digunakan sebagai benteng pertahanan dan pengintaian. Benteng ini berhadapan langsung dengan pulau Halmahera. Dari benteng Tolluco kearah utara, dapat dijumpai sebuah pelabuhan yang bernama Pelabuhan Dufa-dufa. Pelabuhan ini menghubungkan masyarakat dari Ternate ke Jailolo (Halmahera Barat).
     Benteng Tolluco ini sebenarnya memiliki terowongan yang terhubung hingga laut/pantai di depannya. Namun kini terowongan tersebut ditutup untuk umum karena berbahaya. Perjalanan untuk mencapai Benteng dari Pusat kota sekitar 20 menit dengan perjalanan darat.
     Jauh sebelum Maluku Utara berdiri sendiri menjadi propinsi, dan masih wilayah Maluku, benteng ini kurang begitu terawat. Baru pada tahun 1996 (Maluku Utara masih wilayah Maluku dan baru proses menjadi Propinsi) Benteng Tolluco direnovasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintahan Pusat. Akibat dari renovasi tersebut, keaslian benteng menjadi berkurang.




v  OBJEK WISATA YANG DI KUNJUUNGI
Objek wisata yang dikunjungi adalah benteng Toloko
     Ada banyak benteng di Ternate, sisa-sisa kolonialis baik Portugis maupun Belanda. Salah satunya benteng Toloko atau benteng Tolukko. Dibangun tahun 1512 oleh Governor Jeneral Fransisco Serral dari Portugis. Tahun berdirinya benteng ini sendiri banyak referensi memberikan tahun yang berbeda, tapi kita pake data lonely planet aja ya, didirikan tahun 1512 dan direnovasi oleh Belanda tahun 1610.
     Dari luar, sekilas benteng ini terlihat kecil, waktu pertama aku datang, Tolukko tidak seperti benteng yang selama ini aku liat di film atau seperti benteng yang didirikan prior Philip dan Richard dalam novelnya Ken Follet, The Pillar of the Earth. Apalagi, renovasi yang dilakukan baru-baru ini membuat si benteng kehilangan 'keangkuhan' dan 'kekuatannya'. Bagaimana tidak, dari luar, aku melihatnya seperti taman bunga. Lebih cenderung cantik, dibanding gagah. Tanaman-tanaman bunga dan jalan setapak yang disemen. Cantik banget d pokoknya. Di samping gerbang masuk benteng, ada ruangan kecil, tempat informasi benteng ditempelkan. Jangan berharap seperti di Jogja, di mana setiap kali kita mengunjungi tempat sejarah selalu ada guide yang 'membuai' kita dengan cerita dibalik tempat itu. Di sini, cukup baca informasi yang banyak, yang begitu keluar pintu dijamin lupa hehehe.
     Kesan  sangarnya baru keliahatan kalo kita udah masuk ke dalam. Banyak ruangan-ruangan  yang kalo dipikir-pikir jadi mirip labirin, karena ada ruangan di balik ruangan, lorong di balik lorong. Masuk ke dalam benteng, kita akan bertemu lorong panjang, tangga yang tidak terlalu curam, tapi rada seram karena ga ada pembatas tangga, so kalo jatuh, ya langsung ke bawah. Aku mencoba membayangkan orang-orang dulu, bagaimana cara mereka lari ke sana ke mari dengan cepat tanpa harus terjatuh. Agak turun ke bawah, ada ruangan kecil, bahkan untukku, aku masih harus menunduk untuk masuk. Tempat apa ini? tanyaku. Mungkin tempat penyiksaan, kata temanku. Heeee??? Sejak kapan di benteng ada tempat penyiksaan? Bukannya harusnya itu tempat bertahan? Lagipula, kalau aku jadi prajurit, akan sangat sulit menyiksa orang di ruangan sekecil dan serendah itu. Ga masuk akal. Later, ketika aku kembali ke kantor, temanku bilang itu tempat penyimpanan senjata. Okay... it is much much reasonable. 
    Menulusuri setiap sudut Benteng Tolukko sungguh mengasyikkan. Imajinasi dibawa melayang ke masa lalu saat-saat benteng ini digempur musuh dari laut di sisi barat. Suasana pertempuran seolah muncul di depan mata. Para prajurit bersiaga memperkuat pertahanan dan melakukan serangan balasan. Hingga suara dentuman meriam bersahutan serta teriakan-teriakan membakar semangat dan keberanian.
  Naik  ke atas, aku dengan bebas bisa memandang pulau Tidore, puluhan rumah di seputaran Dufa-Dufa, swering dan tentu saja... Gamalama. Siang itu dia rada sombong, terlalu banyak kabut. Tapi, aku jadi mengerti kenapa benteng dibangun di sini. Kamu bisa melihat hampir sekeliling Ternate dan juga Tidore dari sini. Aku membayangkan Potugis dan Belanda bisa dengan cepat melihat bila ada serangan. Atau... aku bisa membayangkan seorang putri bisa cepat melihat ketika sang pangeran sudah kembali. Halah!! Norak!!

Anyway... terlepas dari bagian luar yang terlalu manis, duduk di tempat ini membuat kamu bisa melihat semuanya. Merasa sangat tinggi dan juga sangat kecil... karena kamu bisa melihat banyak tempat tentu saja. Seandainya ada seseorang yang bisa bercerita banyak kisah-kisah menarik seputar benteng itu...

DATA UMUM DAN LOKASI

·         Nomor PDA (PDA Inv. No.)                            =623.1/30/08.01/008
·          Nama (Name)                                                     =FORT TOLUKKO
·         Nama Lain (Other Name)                                =BENTENG TOLOKO, HOLLANDIA,  SANTO LUCAS
·         Fungsi Sekarang (Current Function)         =Obyek wisata
·         Koordinat situs (Site Coordinate)               =1. Data Primer : N : 0048,833' E : 12723,291'. 2.           Data Sekunder : 2030' - 2035' BT dan 044' - 050' LU
·         Tahun Dibangun (Year of Build)                 =1540
·         Bangsa Pembangun (Builder)                      =Portugis
·         Pemilik sekarang (Current Owner)             =Pemerintah Provinsi Maluku Utara
·         Pengelola sekarang (Current Management)
=Disbudpar Provinsi Maluku Utara dan Disbudpar Kota Ternate
·         Luas Situs/Benteng (Fort's Area)             = 1.252 m2
·         Alamat (Address)                                              =Desa Sangaji, Kec. Kota Ternate Utara, Kab. Kota Ternate, Prov. Maluku Utara.
·         Desa / Kelurahan (Town / Ward)                  =Desa Sangadji
·         Kecamatan (Sub-District)                               =Ternate Utara
·         Kabupaten / Kota (Regency / Municipality) =Kota Ternate
·         Kode Pos (Postal Code)                                    =97727
·         Propinsi (Province)                                             =Maluku Utara
·         Pulau (Island)                                                         =Ternate
·         Status Perlindungan Hukum (Registrated in)
=1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya 



v  HAL-HAL YANG MENARIK DAN TIDAK MENARIK DARI OBJEK WISATA YANG DIKUJUNGI
·              Yang menarik adalah Begitulah benak saya berfikir ketika berada di sebuah benteng yang terletak di atas bukit kelurahan Toloko. Letaknya yang diatas ketinggian memudahkan siapapun yang berada diatas Benteng untuk memantau aktifitas musuh. Dari atas benteng ini sendiri mata kita dimanjakan oleh panorama laut yang indah dan keindahan gunung Gamalama yang sudah tidak terbantahkan lagi. Ketika memasuki lokasi benteng nya sendiri hanya terlihat seperti sebuah taman kecil, namun ketika  sudah melewati lorong-lorong di dalam benteng, ternyata banyak sekali lorong-lorong yang mengarah ke ruangan bawah tanah plus anak tangga yang tidak dibatasi oleh pembatas. Kesan angker segera saya rasakan begitu berada di dalamnya. Sejatinya benteng yang di bangun oleh  Governor Jendral Francisco Serrao dari Portugis pada tahun 1512 ini di peruntukkan sebagai tempat peristirahatan putri-ptri Portugis dan tempat penympanan logistic, namun keberadaannya kini layak untuk dijadikan sebuah destinasi wisata jika kita berkunjung ke Kota ternate.

·         Yang tidak menarik adalah  perawatannya masih kurang terjaga. Dan blm ada WC umum


PENUTUP
v  KESIMPULAN
      Kota Ternate harus menjaga kelestarian peninggalan pra sejarah agar kelak bermanfaat buat anak-anak dimasa yang akan dating. Contoh saja benteng toloko. Walaupun secara fisik masih bugar, tapi mulai tumbunya rumput-rumput liar bias menghilangkan keasliannya. Dari sini pula siswa akan lebih tahu lagi sejarah penting Kota Ternate

v  SARAN-SARAN
     Supaya lebih dikenal oleh dunia. Benteng ini harus dijadikan ikon pariwisata Kota Ternate. Juga harus ada perhatian dari pemerintah Kota Ternate


DAFTAR PUSAKA

·         www.google.com/sejarah benteng toloko

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar